Selasa, 04 Agustus 2009

PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM ORIENTALISME

A. PENDAHULUAN Di zaman era globalisasi ini tanggapan terhadap kajian mengenai karya-karya orientalisme semakin bertambah banyak, ini merupakan bukti adanya kesadaran umat Islam yang semakin tinggi terhadap pemahaman agamanya. Kajian Orientalisme secara besar-besaran yang terus meningkat sejak abad ke-18 dan pengaruhnya yang semakin meluas telah menggugah para pemimpin muslim untuk menelaah hasil-hasil kajian pemikir barat mengenai Islam dengan motif dan tujuan yang berbeda-beda. Merupakan hak bagi setiap muslim untuk mengetahui penilaian pihak lain terhadap ajarannya, moralitasnya, sejarahnya, kebudayaannya, dan sebagainya. Disamping itu pula sebelum mengetahui semua itu terlebih dahulu cari tahu mengenai pengertian dari pada Orientalisme itu sendiri, agar tidak terjadi kesalahan dalam memahaminya. Kajian mengenai Orientalisme merupakan fenomena yang relative baru yang diwakili oleh beberapa Orientalis modern, karena kajian orientalisme pada masa-masa sebelumnya hampir seluruhnya mengisyaratkan tujuan-tujuan terselubung atau kebencian. Oleh karena itu perlunya kita mengkaji dan mempelajari mengenai pemahaman tentang orientalisme untuk menelaah pandangan para pemikir non muslim tentang Islam, Al-qur'an, kenabian, hadits dan Umat Islam. Selain itu juga manfaatnya ialah untuk menyanggah tuduhan-tuduhan kaum orientalisme terhadap Islam dan umat Islam serta menumbuhkan kesadaran terhadap kesadaran kesalahan yang dilakukan oleh kaum orientalis yang memandang secara sempit tentang wawasan keislaman juga untuk mengambil manfaat dari hasil kajian kaum orientalis. Khususnya kajian objektif ilmiah murni yang tidak dicemari motif-motif misi keagamaan, penjajahan, dan sikap apriori. Karena itu kajian mengenai orientalisme perlu kita kaji bersama. B. PENGERTIAN ORIENTALISME 1. Pengertian Secara Etimologi Pengertian Orientalisme secara etimologi berasal dari bahasa Latin; "orient" atau "oriri" yang berarti terbit. Dalam bahasa Prancis dan Inggris "orient" berarti; " Direction of rising sun " (arah terbitnya matahari atau bumi belahan timur). Sedangkan yang dimaksud dengan bumi belahan timur adalah wilayah yang membentang luas dari kawasan Timur Dekat ( wilayah Turki dan sekitarnya) hingga Timur jauh (Jepang, Korea, dan Cina) dan dari Asia Selatan hingga Republik-republik Muslim bekas Uni soviet, serta kawasan Timur Tengah hingga Afrika Utara. Sebagai lawan dari "orient" adalah "occident", yang dalam bahasa Inggris berarti: "direction of setting sun" (arah tenggelamnya matahari atau bumi belahan barat), yang dalam bahasa Latin disebut "occident". Namun pengertian orient dalam konteks orientalisme lebih banyak menekankan pada Dunia Timur Islam secara keseluruhan termasuk Andalusia, Sisilia dan wilayah Balkan dari pada mengenai dunia Timur secara geografis atau politis. Karena ancaman ancaman terhadap Barat dalam sejarah, hanya kekuatan Islam sajalah yang menghadang Eropa dengan tantangan yang gigih, sehingga Islam merupakan problem sendiri bagi Barat. Maka istilah Timur bagi Barat tidak sinonim dengan Timur Asia secara keseluruhan. Maka Istilah yang paling ketat dipahami, berlaku untuk Islam yang dianggap mengancam Barat. Sedangkan bubuhan "isme" berasal dari bahasa Belanda, atau "isma" dalam bahasa Latin atau "ism" dalam bahasa Inggris berarti: "Adoctrin, theory, or system". Maka orientalisme menurut bahasa dapat diartikan dengan ilmu tentang ketimuran atau studi tentang dunia Timur. 2. Pengertian Secara Terminologi Orientalis menurut istilah banyak berbagai pendapat yang mengemukakan, tapi orientalisme bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dunia ketimuran dalam bidang akademik. Namun pada kenyataannya orientalisme bukan hanya sebatas mempelajari dunia timur atau dalam hal ini tentang keislaman, namun mereka juga mengatur strategi untuk menghancurkan umat Islam lewat apa yang ia pelajari, oleh sebab itu ia mempelajari tentang keislaman agar ia mengetahui kelemahan dari umat Islam itu sendiri. Menurut Edward Orientalisme ialah: Suatu aliran penafsiran yang kebetulan materinya adalah Timur, peradaban-peradabannya, orang-orangnya dan lokalitas-lokalitasnya. 1) Itu sebabnya karena mereka merasa gagal dalam politik imprealisme, sehingga mereka menempuh jalan ini. Mereka juga melakukan kajian keislaman agar dapat menghancurkan keimanan umat Islam, sebagaimana dikemukakan oleh Daud Rasyid: Ini semua setelah mereka merasa gagal menguasai umat Islam melalui politik Imperialisme, Barat menempuh jalan lain. Diantaranya melancarkan serangan dari 'dalam'. Untuk itu, mereka mengadakan kajian tentang Islam, untuk mengetahui "titik-titik lemah"nya (menurut asumsi mereka). Kemudian disebar luaskan di lingkungan mereka dan ketengah-tengah umat Islam sendiri untuk menggoyahkan keimanan umat Islam terhadap agamanya. 2) Dengan demikian orientalisme bukan hanya satu doktrin positif mengenai Timur yang selalu hadir di Barat; orientalisme juga merupakan tradisi akademis yang berpengaruh (jika orang merujuk kepada seorang spesialis akademik yang disebut seorang orientalis). 3) Oleh karena itu orientalisme menurut bahasa sangat berbeda jauh dengan orientalisme menurut istilah, karena memang dalam hal aplikasinya mereka melancarkan serangan dengan rencana-rencana jahat yang mereka buat. C. KARAKTERISTIK ORIENTALISME, INTEGRASI KEPENTINGAN IMPERIALISME, MISIONARISME DAN ORIENTALISME Dalam kajian orientalisme, memiliki beberapa karakteristik yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan, karena antara kesemuanya memiliki keterkaitan secara khusus, seperti yang dikutip dalam buku tentang Orientalisme; 1. Orientalisme merupakan satu kajian yang memiliki satu keterkaitan kuat dengan penjajahan barat didunia Timur, khususnya Inggris dan Prancis sejak akhir abad kedelapan belas hingga akhir perang dunia kedua. Kemudian tongkat estafet neo imperialisme diwariskan kepada Amerika Serikat yang mewakili Negara-negara imperialis barat pasca perang dunia II hingga sekarang. Fenomena orientalisme mempunyai hubungan organis dengan fenomena imperialisme sehingga antara keduanya sulit dipisahkan. Maka setiap Negara imperialis baik yang kecil maupun yang besar dapat dipastikan memiliki pusat kajian orientalisme. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bilamana wilayah dapat bertambah luas, bertambah luas pula kajian-kajian mengenai orientalisme seperti yang pernah dilakukan oleh Negara Inggris dan Prancis khususnya pada abad kesembilan belas dan awal abad ke dua puluh. 2. Orientalisme merupakan suatu kajian yang memiliki keterkaitan kuat dengan missionarisme. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya orientalis Kristen yang mempunyai spesialis kajian teologis dan kitab suci (perjanjian lama dan perjanjian baru) dengan pengkaderan khusus, bekerja sama dengan kaum orientalis Yahudi untuk melakukan kajian Islam dan kaum muslimin yang bertujuan diantaranya adalah untuk mengetahui celah-celah yang dapat dimasuki untuk memutar balik fakta kebenaran islam, menyebar bibit-bibit permusuhan dan pertentangan dikalangan umat Islam, menabur keraguan untuk mendangkalkan keraguan keyakinan yang mereka anut, dan berusaha untuk menjauhkan mereka, bahkan sampai batas tertentu berusaha memurtadkan mereka untuk kemudian memeluk agama Kristen. 3. Orientalisme adalah suatu kajian yang disebabkan adanya keterkaitan kepentingan secara organis dengan imperialisme dan missionarisme, tidak mempunyai komitmen, atau setidaknya, kecil kemungkinannya memiliki komitmen pada objektivitas ilmiah, khususnya pada domain kajian mengenai Islam. Maka kiranya dapat dimaklumi, jika kajian-kajian orientalisme menyajikan Islam dengan nuansa sikap meremehkan, memutarbalik fakta, menghukumi dan mengeneralisasikan secara asal-asalan dengan maksud agar umat Islam membenci ajaran agama yang mereka anut, berusaha melakukan pemurtadan cultural yaitu merubah budaya muslim dari Islam kepada budaya barat dengan cara yang diantaranya berupa ajakan kepada pembaharuan Islam, westernalisasi dan modernisasi, sekulerisme dan nasionalisme, dialog dengan kebudayaan-kebudayaan kontemporer, pendekatan dan kerukunan umat beragama, dan setrusnya menurut versi mereka. 4. Orientalisme adalah kajian yang memberi andil secara efektif bagi pengambilan kebijaksanaan politik barat terhadap negeri-negeri muslim. Diantara kaum orientalis banyak yang bekerja sebagai penasihat bagi pemerintah Negara mereka dalam merancang atau mengantisipasi perkembangan politik imperialisme dan missionarisme di dunia Islam. 4) Jadi, penjajahan barat didunia timur dan missionarisme tidak terlepas dari misi Orientalisme sebagai pelaksana dari apa yang mereka pelajari tentang dunia ketimuran. Oleh karena itu imperialis bukan hanya penjajahan semata tetapi mereka juga mencoba menebarkan permusuhan dan pertentangan diantara umat Islam ditambah dengan para missionaries yang berusaha untuk menjauhkan umat Islam dari keyakinannya dan memurtadkannya. Selain itu, orientalis memiliki kaitan penting dengan kristenisasi, karena orientalisme merupakan senjatanya kristenisasi. Orientalisme dan kristenisasi termasuk akal pembaratan dan senjata perang kebudayaan yang paling mencolok. Masing-masing mempunyai medannya sendiri tetapi keduanya saling melengkapi dalam hal bahwa orientalisme mempersiapkan racun yang disebarluaskan oleh kristenisasi dilembaga-lembaga pendidikan dan perguruan-perguruan tinggi. D. DASAR HUKUM ORIENTALISME 1. Q.S. Al-Baqarah: 6 إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.” Disini menunjukan bahwa orang-orang kafir apabila diajak untuk berdiskusi dan diberi masukan dan peringatan mereka hanya mendengarkan saja, dan sama saja dengan tidak kita beri masukan atau peringatan. 2. Q.S. Al-Baqarah: 7 خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (7) “Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[5], dan penglihatan mereka ditutup[6]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” 3. Q.S. Al-Baqarah: 9 يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (9) “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” Orientalisme adalah bagian dari tipu daya mereka yang sedang dan terus berlangsung untuk menghancurkan umat Islam, tapi ternyata secara tidak sadar usaha itu hanya akan sia-sia saja dan justru akan menguntungkan umat Islam. 4. Q.S. Al-Baqarah: 109 وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (109) “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya[7]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Pada kenyataannya orang-orang kafir berusaha memurtadkan orang-orang Islam, dan itu terjadi pada umat Islam yang awam dan berada ditingkat bawah. Tapi bisa kita lihat orang-orang yang masuk agama Islam mereka adalah orang-orang yang pintar dan paham tentang ilmu pengetahuan serta banyak dikalangan pendeta dan pastur yang masuk Islam dan itulah kekuasaan Allah mencakup segala sesuatu. 5. Q.S. Al-Baqarah: 120 وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120) “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” Sebagaimana yang kita ketahui ayat ini tidak asing lagi bagi umat Islam, karena kita dapat menyadari apabila orang-orang kafir menyerang kita lewat berbagai cara, maka kita akan kembali pada ayat ini. Selain tiu mereka juga memiliki tiga tujuan pokok dari pembaratan dan perang kebudayaan yang dilancarkan oleh kekuasaan barat melalui lembaga orientalisme dan kristenisasi, yaitu: 1. Menyimpangkan pemahaman Islam 2. Menghancurkan persatuan Islam 3. Merusakkan sumber-sumber informasi dan ajaran Islam8) 6. Q.S. Al-Baqarah: 217 وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (217) “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” Segala cara apapun yang mereka kerahkan demi kehancuran umat Islam, seperti yang tergambar dalam ayat diatas. 7. Q.S. Ali Imran: 118 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآَيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ (118) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” Oleh karena itu kita jangan sekali-kali menjadikan dari mereka sebagai pimpinan atau seseorang yang kita taati karena itu hanya akan memberikan kemudharathan bagi kita dan juga akan menyusahkan kita. Selain itu semua orang-orang kafir sekarang sudah dibekali untuk pemurtadan. 8. Q.S. Al-Anfal: 73 وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ (73) “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu[9], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” E. KESIMPULAN Dunia barat secara terus menerus memerangi Islam dengan persenjataan yang semakin canggih. Dalam pendidikan tinggi, Islam dibombardir dengan tidak kurang dari delapan buah penerbitan majalah berkala mereka mengenai agama, budaya, sejarah dan peradaban Islam menurut pemikiran barat. Dalam surat Al-baqarah ayat 120 menjelaskan bahwa ketidak relaan mereka terhadap Islam. Sehingga mereka menggunakan berbagai cara untuk menghancurkan Islam dan supaya Islam mengikuti ajaran mereka. Namun suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah adalah bahwa kaum orientalis tidak mampu menunjukkan argumentasi yang dapat membantah kebenaran Al-qur’an dan Assunnah. Mereka hanya mampu mengejek, mengecam, dan tidak jarang memutar balikkan fakta. Dan seandainya anggapan mereka benar, mengapa mereka tidak mampu memberikan argumentasi dengan dukungan kemampuan intelektual yang mereka miliki yang dapat membantah kebenaran Islam? Islam diserang semata karena menentang pandangan materialisme, dan menjadi penghalang utama bagi dominasi Dunia barat atas dunia timur. Mereka berkesimpulan bahwa jika ajaran Islam tidak dapat dipadukan dengan filsafat materialisme barat berarti Islam ajaran bakhil. Oleh karena itu kita harus mewaspadai para orientalis yang berkeliaran disekitar kita walau pada kenyataannya orientalis yang paling benci terhadap Islam sekalipun, tidak mampu mengingkari secara ilmiah outentisitas Al-qur’an yang tetap terpelihara hingga kini dan dijamin hingga masa mendatang.