Jumat, 13 Agustus 2010

TAFSIR AL-QUR’AN TENTANG KEBENARAN AGAMA ISLAM

A. Firman Allah SWT Surat Ali-Imran (2), 18-20:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآَيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (ال عمران:19)
1. الترجمة Al-Tarjamah (Terjemah Ayat) Artinya: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya .(ali-Imra:18-20) 2. معاني المشكلات Ma’aniyal Musykilat (Makna Kata-kata yang sulit) 1. ان الدين kata al-Din secara bahasa berasal dari kata دان – يدين yang berarti taat, tunduk dan patuh. Kata Din dalam artian bahasa Indonesia adalah Agama, karena dengan agama seseorang akan tunduk dan patuh serta akan diperhitungkan seluruh amalnya, yang atas dasar itu akan memperoleh balasan Secara terminologi (istilah) Din mempunyai arti tauhid, mengesakan keberadaan Allah SWT. Agama dalam bahasa Indonesia berasal dari dua kata. Pertama “a” yang mempunyai arti tidak. Kedua “gama” yang mempunyai arti kacau. Dan apabila kita gabungkan menjadi Agama yang bermakna “Tidak kacau”. Jadi, apabila seseorang mempunyai agama berarti ia tidak kacau. 2. الاسلام kata Islam menurut bahasa berasal dari kata اسلم – يسلم- اسلاما yaitu bentuk masdar dari padanya. Secara istilah Islam adalah agama para Nabi dan Rasul terdahulu, seluruh Nabi dan Rasul membawa visi Islam sebagai agama yang dikenal dengan nama tauhid. 3. اختلف kata Ikhtalafa mempunyai arti perbedaan atau perselisihan. Dalam teks diatas adalah mereka berselisih karena adanya kedengkian diantara mereka. Bukan perselisiahan selain dari pada mereka dalam menganut ajaran para Nabi dan Rasul. 4. بغيا maksudnya adalah ”hasud atau dengki”. Qurais Shihab mengartikan kata bagyan adalah kedengkian, yaitu ucapan atau perbuatan untuk mencabut nikmat yang dianugrahkan oleh Allah kepada pihak lain disebabkan rasa iri hati terhadap pemilik nikma itu. 5. سريع الحساب artinya adalah سريع المجازاة ”Azab Allah yang cpat bagi orang-orang kafir. 3. اسباب النزول الاية Asbabun Nujul Ayat (Sebab Turunnya Ayat) Pada suatu waktu ada seorang yahudi mencairkan air wudhu dan membawakan alas kaki Rasulullah SAW. Pada waktu lain dia jatuh sakit, dan Rasulullah menjenguknya. Di kala Rasulullah SAW datang, dia ditunggui oleh orang tuanya sambil duduk di sebelah kepala. Kemudian Rasulullah bersabda: “Wahai pemuda! Katakanlah Tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah!. Pemuda itu memandang kepada orang tuanya, sementara orang tuanya terdiam. Rasulullah SAW mengulangi sabdanya, dan pemuda itu pun kembali memandang orang tuanya. Sesaat kemudian orang tua itu berkata: “Taatlah kepada Abi Qasim (Rasulullah)! Pemuda itu membaca: Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang wajib disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya engkau adalah utusan Allah. Rasulullah SAW kemudian keluar seraya berkata “segala puji bagi Allah, yanh telah menyelamatkan pemuda dan diriku dari amuk api neraka” sehubungan dengan peristiwa ini Allah SWT menurunkan ayat ke 18-20 ini, yang pada pokoknya menegaskan tentang keesaan Allah dan keadilannya serta agama yang diridhoinya. (HR. Bukhari dan Ahmad dari Muammal dari Hammad dari Tsabit dari Anas) 4. التفسير الاجمالي Al-Tafsir Al-Ijmaly (Penjelasan Ayat Secara Global) a. Ayat diatas menjelaskan Tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah SWT, apabila ada sesembahan selain Allah berarti ia telah musyrik. b.Ayat diatas juga menjelaskan bahwa Allah, Para Malaikat serta orang yang berilmu yang dapat menegakkan keadilan. Allah berbuat adil apakah manusia, pada hari pembalasan akan masuk ruga atau Neraka. Malaikat akan berbuat adil dengan apa yang mereka kerjakan baik dalam mencatat perbuatan baik atau perbuatan jelek. Dan orang yang berilmu berbuat adil terhadap sesama. Baik dalam urusan Ibadah, muamalah ataupun yang lainnya. c. Imam Ibnu Katsir menyatakan bahwa ayat diatas mengandung pesan dari Allah, bahwa tiada agama di sisiNya dan diterimaNya dari seorang pun kecuali Islam. Islam bukan agama yang paling baik tapi Islam adalah agama yang baik. Kalau kita cermati kalau Islam itu agama yang paling baik, berarti ada agama yang baik setelah Islam. Akan tetapi Allah berfiman: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”. d. Ayat diatas menjelaskan pula, bahwa mereka telah mengetahui kebenaran , Namun demikian mereka tetap dikecam bahkan diancam. Ini karena keberagaman mereka bukan sekedar pengetahuan, tetapi ketundukkan atau ketaatan dengan kata lain pengetahuan yang membuahkan ketaatan. e. Pada ayat diatas menjelaskan bahwa azab Allah sangatlah cepat diperuntukkan bagi orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah. f. Pada ayat ke 20 dijelaskan bahwa apabila manusia memeluk agama Islam, ia telah benar-benar diberi petunjukkan akan tetapi apabila mereka tetap ingkar, maka tugas para Rasul hanya menyampaikan. Yang menerima tergantung kepada manusia tersebut. 5. التفسير التفصيلي Al-Tafsir Al-Tafshily (Penjelasan Ayat Secara Rinci) a. Ayat إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ 1. Agama yang diridoi (diteriam) adalah agama Islam لادين عنده يقبله من احد سواي الاسلام Maksudnya adalah tidak ada agama yang diterima oleh Allah SWT kecuali agama Islam dan tidak aturan kecuali aturan yang disyariatkan kepada Rasul yang dibangun atas dasar tauhid kecuali Islam . الشرع المبعوث به الرسل المبني علي التوحيد Oleh karena itu, agama selain agama Islam tidak akan diterima oleh Allah SWT dan orang yang mencari agama selain Islam ia termasuk orang-orang yang rugi, dalam kaitan ini Allah berfirman dalam Al-Qur’an: وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ Artinya:” Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Buya Hamka dalam tafsirnya menegaskan bahwa yang benar-benar agama disisi Allah hanyalah semata menyerahkan diri kepadaNya. Kalau bukan begitu bukan lah agama . Sudah diketahui bahwa arti Islam adalah tunduk dan patuh sehingga Islamlah yang akan diterima oleh Allah karena konsep tunduk dan patuh serta menyerahkan diri kepadaNya. 2. Ayat إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ menjelaskan bahwa Islam adalah agama para Nabi dan Rasul. Buya Hamka dalam tafsinya menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang diajarkan Nabi-Nabi terdahulu, sejak Nabi Adam lalu kepada Nabi Muhammad termasuk Musa dan Isa Tidak lain dari pada Islam. Beliau-beliau mengajak manusia supaya Islam: menyerah diri dengan tulus Ikhlas kepada Tuhan, percaya kepadaNya. Itulah Islam, sekalian manusia yang telah menyerahkan diri kepada Allah yang tunggal, tidak bersekutu dengan yang lain dengan dia, walaupun dia memeluk agama apa, dengan sendiri ia telah mencapai Islam. Syariat-Nabi-nabi bisa berubah karena perubahan zaman dan tempat, namun hakikat agama yang mereka bawa hanya satu: Islam. 3. dijelaskan pula dalam “Badiut Tafsir” bahwa Islam adalah agama para Nabi dan Rasul: وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ Artinya:” an Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آَبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ Artinya:” Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." وَقَالَ مُوسَى يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آَمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ Artinya:” Berkata Musa: "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri. 4. Ayat diatas menjelaskan pula bahwa Islam adalah agama Islam, ahli tauhid dan agama ahlu ard. Tidak akan diterima oleh Allah dari seseorang melainkan Islam karena Agama ahlu ard itu terbagi enam, satu Untuk Allah dan lima untuk syetan yaitu yahudi, Nasrani, Majusi, Shobiah, dan Musyrikah. b. Ayat وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ 1. ayat diatas menjelaskan bahwasannya masing-masing manusia dengan akal yang murni dan ilmunya sendiri dapat mencapai dasar percaya kepada kesesaan Tuhan, bisa sampai kepada suasana penyerahan diri kepada Allah yang maha kuasa dengan sendirinya. Sehingga kelak apabila dicocokkan hasil penyerahan diri dengan wahyu, tidak akan berapa selisihnya lagi. Tetapi timbul kesulitan bukan pada mereka, melainkan pada orang-orang yang keturunan kitab, pada yahudi Nasrani sesudah mereka mendapat Ilmu, ialah karena Agama itu sudah diikat dengan ketentuan-ketentuan pendeta. Misalnya fikiran murni manusia telah mencapai kesimpulan bahwa Allah SWT pasti Esa. Tetapi pendeta memutuskan bahwa itu tidak benar, yang benar adalah mesti Allah beranak, atau bahwa Nabi Isa itu buka saja anak Allah, tetapi dia pun Allah atau satu dari tiga unsur. 2. Imam al-Mawardi menjelaskan bahwa ayat diatas berkaitan dalam tiga kelompok: pertama, mereka yang mempunyai taurat (ahlu taurat) dari kaum yahudi. Kedua, mereka yang mempunyai injil (ahlu injil) dari kaum Nasrani. Ketiga, mereka yang mempunyai kitab sepenuhnya. Dan mereka berselisih dalam tiga aspek: a. Mereka berselisih pada agama-agama mereka setelah ilmu datang untuk meluruskannya. b. Mereka berselisih tentang Isa yang melebih-lebihkan bahwa beliau adalah Tuhan atau dari tiga oknum. c. Mereka berselisih tentang Islam. 3. Ayat diatas memberikan peringatan (sinyalemen), terutama kepada kita kaum muslimin. Apabila orang telah melampaui batasnya, manusia hendak mengambil hak tuhan. Perpecahan itulah yang akan terjadi. Dalam Islam telah timbul berbagai Majhab. Seumpama Syiah, Khawarij, Mu’tazilah, dan Ahlu Sunah. Sejarah 14 abad yang sedikit, menumpahkan darah sesama Muslim karena berlainan Majhab. Oleh karena itu, apabila terjadi perselisihan diantara kaum muslimin hendaklah mereka kembali kepada Allah dan RasulNya. Sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam al-Qur’an. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (النساء) Artinya:” Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(an-Nisa: 59) c. Ayat وَمَنْ يَكْفُرْ بِآَيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ Ayat diatas menjelskan tentang akibat manusia yang kufur terhadap ayat-ayat Allah atau akibat manusia yang masih memeluk agama selain Islam dengan perhitungan sekaligus ancaman (azab) Allah dengan sangat cepat. Ini digambarkan oleh Allah dalam surat ali-Imran ayat 83: أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ (المائدة: 83) Artinya:” Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. Buya Hamka mengilustraikan ayat diatas dengan “bahwa Tuhan cepat sekali mengambil tindakan” yaitu bahwa apabila langkah telah salah dari permulaan , akibatnya akan segera terasa. Kadang-kadang dari sebab yang kecil saja, mengakibatkan kehancuran yang besar dengan sekejap waktu. Tiba-tiba pada waktu malam hari hujan lebat, air pun limbak keluar dari kolamnya melampaui dan meluluh lantahkan pematang-pematang sawah. Kerugian sangat besar. Setelah hari menjelang siang baru diketahui bahwa sebabnya hanya satu dari sehelai daun yang menyumbat pancuran yang tidak diperhatikan pada mulanya. Ayat diatas pula memperingatkan kepada manusia yang menentang terhadap tauhid yang dianggap sebagai kekafiran dan diancamlah orang-orang yang kafir itu dengan perhitungan yang cepat supaya penunda-penundaan hingga waktu tertentu, tidak menyebabkan semakin kerasnya kekafiran, keingkaran dan penentangan serta perselisihan. 6. الخلا صة Al-Khulashah (Kesimpulan) 1. Islam adalah agama yang diridhoi (diterima) oleh Allah SWT 2. Islam bukan hanya sebagai agama tapi sebagai syariat (hukum) dan peraturan-peraturan bagi setiap manusia. 3. Kedengkian (hasud) dan mencari kekuasaan adalah faktor perpecahan diantara Umat 4. Agama selain Islam tidak diterima oleh Allah SWT dan mereka termasuk orang-orang yang merugi di akhirat 5. Islam agama para Nabi dan Rasul 6. Ancaman (azab) Allah yang sangat pedih bagi orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah dengan hisab yang cepat DAFTAR PUSTAKA • Qurais Shihab, Tafsir Al-Misbah, Lentera Hati, Jakarta, 2002. • Prof. Dr. Hamka, Tafsir al-Azhar, Pustaka Nasional Singapura, 2003. • Sayyid Qutub, Tafsir Fidzilail Qur’an, Gema Insani Press Jakarta, 1992. • Abi al-Barkah bin Ahmad bin Mahmud an-Nasafi, Tafsir An-Nasafi, Maktabah Muhammad Ali Sobih, Mesir 1977. • Mudjab Mahali, Asbabun Nujul Studi Pemahaman al-Qur’an, Grafindo Persada Jakarta 2002. • Ismail Abi Fida, Tafsir Ibnu Katsir, Beirut: Libanon Dar-El-fikr 1981.