Kamis, 27 Januari 2011

Abdullah Ahmad Badawi

Mewarisi Kejayaan Malaysia
Deputi Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi (63), dilantik sebagai PM kelima Malaysia oleh Kepala Negara Malaysia Raja Syed Sirajuddin Putra Jamalullail, dalam suatu upacara di Istana Nasional, Jumat 31/10/2003. Ia mewarisi kejayaan Malaysia menggantikan Mahathir Mohamad (77) yang meletakkan jabatannya, setelah memimpin Malaysia selama 22 tahun, sejak tahun 1981.
Abdullah, kelahiran Kepala Batas, Penang 26 November 1939, mempunyai gaya yang berbeda dengan pendahulunya, Mahathir. Mahathir dikenal sebagai orang yang suka berterus terang (blak-blakan) dan sering kali mengeluarkan pernyataan yang keras dan kontroversial, terhadap negara-negara Barat dan Israel. Sementara, Abdullah berpembawaan lebih tenang, hati-hati, tidak menonjolkan diri dan diplomatis.
Namun, seusai diambil sumpahnya sebagai PM, Abdullah berjanji tidak akan mengadakan perubahan kebijakan pemeritnahan Malaysia secara mendasar.
Abdullah adalah Deputi Perdana Menteri Malaysia keempat dalam era pemerintahan Mahathir. Kesabaran dan pembawaannya yang tenang telah mengantarkannya menjabat PM. Tiga Deputi PM sebelumnya yang menunjukkan ambisi mengganti Mahathir Mohamad telah tersingkir. Ketiganaya adalah Musa Hitam (1986), Ghafar Baba (1993), dan Anwar Ibrahim (1998).
Abdullah Ahmad Badawi menggantikan Anwar pada tahun 1999. Ia terlihat lebih sabar sebagai orang kedua, daripada para pendahulunya. Sebelum menjabat Deputi PM merangkap menteri Dalam Negeri, ia menjabat Menteri Luar Negeri (1991-1999), Menteri Pertahanan (1986-1987), Deputi Ketua UMNO (1984), dan Menteri Pendidikan (1984-1986).
Sebelum itu, alumni Universitas Malaysia, ini menjabat Deputi Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (1974-1978), dan Asisten Sekretaris Majelis gerakan Negara (1969).
Sehari setelah dilantik, Abdullah terbang ke kampung halamannya, Penang. Ia memilih menjalani malam Minggu sekaligus bersyukur bersama ibu, isteri dan anaknya. Ia menikah dengan Datin Seri Endon binti Datuk Mahmud pada 4 September 1965. Pernikahan ini dikarunia 2 anak.
Ia mewarisi pemerintahan Malaysia dengan kemajuan yang cukup menanjol selama pemerintahan Mahathir. Saat Mahathir menerima jabatan sebagai PM Malaysia tahun 1981, produk domestik bruto (PDB) Malaysia hanya 27,3 miliar dollar AS dan pada tahun 2002 PDB Malaysia telah mencapai 95,2 miliar dollar AS.
Begitu pula angka kemiskinan merosot dengan tajam dari 65 persen untukras Melayu dan 26 persen untuk ras Cina pada tahun 1970 menjadi 20,8 persen untuk ras Melayu dan 5,7 persen untuk ras Cina. Mahathir membawa Malaysia yang kini berpenduduk 24,4 juta jiwa dengan luas wilayah 329.758 km2 ini menjadi negara industri baru dengan PDB per kapita sebesar 4.000 dollar AS. Penduknya yang terdiri atas ras Melayu 60 persen, Cina 30 persen dan India 10 persen itu menikmati hubungan yang damai di antara mereka selama pemerintahan Mahathir.